Senin, 18 Februari 2013

KONSEP SISTEM BASIS DATA

Database adalah suatu susunan/kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan yang diorganisir/dikelola dan simpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu dengan menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakainya. Sistem Database adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

KOMPONEN DASAR DARI SISTEM DATABASE

Terdapat 4 komponen pokok dari system database:

A. DATA Data memiliki ciri-ciri seperti dibawah ini :
  • Data disimpan secara terintegrasi (integrated) : Terintegrated yaitu Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file dari aplikasi-aplikasi yang berbeda yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant)
  • Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared) : Shared yaitu Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda.
B. HARDWARE ( Perangkat Keras)

Terdiri dari semua peralatan perangkat keras komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem database berupa :
  • Peralatan untuk penyimpanan misalnya disk, drum, tape
  • Peralatan input dan output
  • Peralatan komunikasi data, dll
C. SOFTWARE (perangkat lunak)

Berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data phisik pada database, dapat berupa :
  • Database Management System (DBMS)
  • Program-program aplikasi & prosedur-prosedur
D. USER (Pemakai)

USER (Pemakai) terbagi menjadi 3 klasifikasi :
  1. Database Administrator (DBA), orang/tim yang bertugas mengelola system database secara keseluruhan
  2. Programmer, orang/tim membuat program aplikasi yang mengakses database dengan menggunakan bahasa pemprograman
  3. End user, orang yang mengakases database melalui terminal dengan menggunakan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh programmer
DATA PADA DATABASE DAN HUBUNGANNYA

Ada 3 jenis data pada sistem database, yaitu:
  1. Data operasional dari suatu organisasi, berupa data yang disimpan didalam database.
  2. Data masukan (input data), data dari luar sistem yang dimasukan melalui peralatan input (keyboard) yang dapat merubah data operasional
  3. Data keluaran (output data), berupa laporan melalui peralatan output sebagai hasil dari dalam sistem yang mengakses data operasional.
KEUNTUNGAN PEMAKAIAN SISTEM DATABASE Terdapat 8 (delapan) keuntungan pemakaian sistem database , seperti dibawah ini :
  1. Terkontrolnya kerangkapan data dan inkonsistensi
  2. Terpeliharanya keselarasan data
  3. Data dapat dipakai secara bersama-sama
  4. Memudahkan penerapan standarisasi
  5. Memudahkan penerapan batasan-batasan pengamanan.
  6. Terpeliharanya intergritas data
  7. Terpeliharanya keseimbangan atas perbedaan kebutuhan data dari setiap aplikasi
  8. Program / data independent
KERUGIAN PEMAKAIAN SISTEM DATABASE

Terdapat 4 (empat) kerugian pemakaian sistem database , seperti dibawah ini :
  1. Mahal dalam implementasinya
  2. Rumit/komplek
  3. Penanganan proses recovery & backup sulit
  4. Kerusakan pada sistem basis data dapat mempengaruhi departemen yang terkait
ISTILAH-ISTILAH YANG DIPERGUNAKAN DALAM SISTEM BASIS DATA
  1. Enterprise yaitu suatu bentuk organisasi Contoh : Sekolah --> data_mhs Rumah sakit --> data_pasien
  2. Entitas yaitu suatu obyek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya Contoh : Bidang administrasi siswa --> entitas mahasiswa, buku pembayaran Bidang kesehatan --> entitas pasien, dokter, obat
  3. Atribute/field yaitu setiap entitas mempunyai atribut atau suatu sebutan untuk mewakili suatu entitas. Contoh : Entity siswa -> field = Nim, nama_siswa,alamat,dll Entity nasabah --> field=Kd_nasabah,nama_nasabah,dll
  4. Data value yaitu data aktual atau informasi yang disimpan pada tiap data elemen atau atribute. Contoh : Atribut nama_karyawan --> sutrisno, budiman, dll
  5. Record/tuple yaitu kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap. Contoh : record mahasiswa --> nim, nm_mhs, alamat.
  6. File yaitu kumpulan record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen sama, atribute yang sama namun berbeda-beda data valuenya
  7. Kunci elemen data yaitu tanda pengenal yang secara unik mengindentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas
TUJUAN PERANCANGAN DATABASE:

Untuk memenuhi informasi yang berisi kebutuhan–kebutuhan user secara khusus dan aplikasinya. Memudahkan pengertian struktur informasi Mendukung kebutuhan–kebutuhan pemrosesan dan beberapa objek penampilan (respone time, processing time dan strorage space)

APLIKASI DATABASE DALAM LIFE CYCLE
  1. System definition
  2. Design
  3. Implementation
  4. Loading atau data convertion
  5. Aplication conversion
  6. Testing dan Validation
  7. Operation
  8. Monitoring dan Maintenance
TERDAPAT 6 FASE PROSES PERANCANGAN DATABASE

1. Pengumpulan Data dan Analis

Proses identifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data. Pertama-tama harus mengenal bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi-aplikasinya. Aktifitas yang dilakukan pada Pengumpulan Data dan Analis, yaitu:
  1. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
  2. Peninjauan dokumentasi yang ada
  3. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
  4. Daftar pertanyaan dan wawancara
2. Perancangan database Secara Konseptual

Tujuan dari Perancangan database Secara Konseptual adalah menghasilkan conceptual schema untuk database yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data model seperti ER/EER model selama fase ini. (harus rinci)
  1. Perancangan Skema Konseptual
    Menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu database yang merupakan hasil dari fase 1, dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS independent model data tingkat tinggi seperti EER (enhanced entity relationship) model.
  2. Perancangan Transaksi
    Menguji aplikasi-aplikasi database dimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisa pada pengumpulan data dan analisa, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini. Kegunaan fase ini yang diproses secara paralel bersama fase perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dari transaksi-transaksi database yang telah diketahui pada suatu DBMS-independent. Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi database suatu saat dimana database tsb dilaksanakan.
3. Pemilihan DBMS

Terdapat 2 faktor dalam pemilihan Database Management System, yaitu :
  1. Faktor Teknis
    Sebagai contoh: keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical, dsb), Struktur Penyimpanan, dan Jalur Akses yang mendukung DBMS, dan Pemakai (User)
  2. Faktor Ekonomi dan Politik organisasi
    Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DBMS :
    • Struktur data
    • Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem
    • Tersedianya layanan penjual
4. Perancangan Database Secara Logika (Pemetaan Model Data)

Perancangan Database Secara Logika yaiut: membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal pada model data dari DBMS yang terpilih. Fase ini dilakukan oleh pemetaan skema konseptual dan skema eksternal yang dihasilkan pada fase 2. Pada fase ini, skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada fase 2 ke dalam model data dari DBMS yang dipilih pada pemilihan DBMS.

Pemetaannya dapat diproses dalam 2 tingkat :
  1. Pemetaan system-independent :
    pemetaan ke dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal yang khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tsb.
  2. Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik :
    mengatur skema yang dihasilkan pada langkah 1 untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang dipilih
5. Perancangan Database Secara Fisik

Perancangan database secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file database untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk database yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).

Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan database secara fisik :
  1. Response time :
    Waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi database yang diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses database untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.
  2. Space utility :
    Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file database dan struktur jalur akses.
  3. Transaction throughput :
    Rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem database, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentuan awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file database.
6. Implementasi sistem database

Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, kita dapat melaksanakan sistem database. Perintah-perintah dalam DDL dan SDL (storage definition language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema database dan file-file database (yang kosong). Sekarang database tsb dimuat (disatukan) dengan datanya. Spesifikasi secara konseptual diuji dan dihubungkan dengan kode program dengan perintah-perintah dari embedded DML yang telah ditulis dan diuji. Suatu saat transaksi tsb telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam database, maka fase perancangan dan implementasi telah selesai, dan kemudian fase operasional dari sistem database dimulai.

Senin, 26 November 2012

TUGAS SWOT


SWOT
·         STRENGTH  :
1.       PEDULI
2.       TEPAT WAKTU
3.       BAIK
4.       RAMAH
5.       SUKA MENGHARGAI ORANG
6.       RAME
7.       MUDAH MEMBAUR
8.       SUKA NGOMONG
9.       SUKA MENOLONG
10.   SETIA KAWAN
·         WEAKNEST  :
1.       CEREWET
2.       MALAS
3.       CEPET EMOSI
4.       SUKA NGGOSIP
5.       MANJA
6.       CENGENG
7.       MUDAH TERPENGARUH
·         OPPORTUNITY
1.       MOTIVATOR
2.       BISA MENJADI KEBANGGAAN
3.       BISA MENJADI WANITA KARIER
4.       BISA BERKERJA DI PERUSAHAAN ASING
·         THREATS
1.       MUDAH TERPENGARUH OLEH ORANG LAIN SEHINGGA MUDAH DIBOHONGI
2.       SIFAT FRONTAL SAYA YANG TERKADANG MEMBUAT ORANG LAIN SAKIT HATI
3.       SIFAT  MALAS SAYA YANG MENJADIKAN SAYA TERLALU SANTAI DALAM MELAKUKAN SESUATU
4.       SIFAT CEPAT EMOSI SAYA YANG MEMBUAT ORANG LAIN TIDAK SUKA TERHADAP SAYA

Senin, 15 Oktober 2012


PENJABARAN INFORMASI DALAM SCM

Sebelum melakukan produksi terlebih dahulu membuat perencanaan (planning) , setelah melakukan planning kita harus mempunyai rencana distribusi setelah dari distribusi kita melakukan jadwal pengiriman kepada marketing , dari produksi kita melakukan pengecekan realisasi produksi ke bagian warehouse setelah dari warehouse kita mengecek persediaan produk jadi untuk disalurkan ke bagian marketing , ketika di produksi kita membutuhkan spesifikasi material (procurement) melakukan pemesanan bahan ke supplier setelah melakukan pemesanan supplier memberikan kapasitas waktu pengiriman ke procurement setelah melakukan pemesanan, pihak procurement mengirimkan informasi pada pihak financial yg melayani bagian keuangan dalam suatu perusahaan. Dari pihak financial untuk melanjutkan ke bagian marketing untuk mempromosikan produk ke customer.


Minggu, 30 September 2012

SISTEM INFORMASI FUNGSIONAL M-4

Untuk menawarkan layanan dalam ekonomi digital, perusahaan harus terus- menerus meningkatkan sistem infotmasi fungsionalnya dengan menggunakan teknologi canggih.
Selain informasi fungsional untuk akuntansi, penjualan dan pemasaran, manajemen produksi/operassi, dan lain-lainnya mendapatkan banyak data dari sistem pemrosesan transaksi (Transaction processing system), yaitu sistem yang memproses berbagai transaksi rutin perusahaan.
Sistem fungsional bagi Manajer: Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi fungsional mendukung berbagai jenis karyawan, dari para praktisi hingga manajer. Sistem informasi fungsional dapat dibagi ke dalam dua kategori utama; fungsi khusus dan fungsi umum. Disini akan dibahas jenis sistem fungsi umum yang paling sering ditemui, yaitu sistem informasi manajemen (SIM).
Sistem informasi manajemen (SIM) menyediakan informasi ke para manajer (biasanya tingkat menengah) dalam berbagai area fungsional, agar dapat mendukung berbagai tudas manajemen untuk perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian operasi.
Laporan SIM. Tiap SIM menghasilkan berbagai laporan dalam area fungsional. Laporan-laporan ini digunakan untuk berbagai aplikasi dalam area tertentu serta dalam area fungsional lainnya. SIM juga mengirimkan informasi ke gudang data perusahaan dan dapat digunakan untuk keputusan,
Laporan Rutin Terjadwal. Laporan rutin periodik dihasilkan dalam interval terjadwal, dari laporan pengendalian kualitas per jam hingga laporan tingkat ketidakhadiran bulanan.
Laporan Ad-hoc (Berdasarkan permintaan). Laporan tidak rutin.
Laporan terperinci; Laporan yang menunjukan tingkat perincian yang
lebih besar dari pada yang ada dalam laporan rutin.
Laporan indikator utama; Laporan yang meringkas kinerja berbagai aktitivitas yang sangat penting.
Laporan komparatif; Laporan yang membandingkan kinerja dari berbagai unit bisnis atau oeriode waktu yang berbeda.

Laporan pengecualian; Laporan yang hanya memasukkan informasi yang melebihi berbagai stsandar minimum tertentu, contohnya; laporan biaya yang lebih besar 5 persen dari anggaran, atau penjualan yang berada di bawah 3 persen atau yang lebih sedikit dari targetnya.
Area fungsional utama dalam banyak perusahaan adalah departemen produksi, operasi, pemasaran, sumber daya manusia, akuntansi, serta keuangan.
Sistem Informasi untuk Area Fungsional Tertentu,
Sistem informasi juga dapat memiliki fungsi khusus. sistem informasi di desain dalam tiap area fungsional, untuk mendukung area tersebut melalui peningkatan efektivitas serta efisiensi internalnya.
Sistem fungsi khusus yang umum adalah akuntansi, keuangan, pemasaran, operasi (POM), serta manajemen sumber daya manusia.
Berbagai karakteristik Utama Sistem Informasi Fungsional
Empat karakteristik sistem informasi fungsional tersebut adalah:
1. Seringkali terdiri atas berbagai sistem yang lebih kecil.
2. Terintegrasi atau independen.
3. Saling berhubungan.
4. Mendukung berbagai tingkat organisasional.
7.1 SISTEM INFORMASI PEMROSESAN TRANSAKSI
Inti operasi perusahaan dimungkinkan melalui sistem pemrosesan transaksi, operasi ini dapat melibatkan dua atau lebih area fungsional.
Komputerisasi Berbagai Proses Transaksi Rutin
Dalam setiap perusahaan, transaksi bisnis tertentu memberikan aktivitas yang penting bagi misi perusahaan. Transaksi semacam ini terjadi ketika perusahaan menghasilkan sebuah produk atau menyediakan jasa.
Sistem pemrosesan transaksi, Sistem informasi yang mendukung transaksi inti dan rutin perusahaan.

Tujuan TPS
Tujuan utama TPS adalah menyediakan semua informasi yang dibutuhkan oleh hukum, pihak manajemen, dan/atau kebijakan perusahaan untuk mempertahankan perusahaan berjalan dengan baik serta efisien. TPS harus secara efisien menangani operasi yang bervolume tinggi, menghindari kesalahan dalam opoerasi yang ritin, mampu menangani berbagai variasi dalam volume.
Berbagai aktivitas dan Metode TPS
Apapun data tertentu yang di proses oleh TPS, di dalamnya terjadi proses yang dapat dikatakan standar, entah dalam perusahaan manufaktur, dalam perusahaan jasa atau dalam lembaga pemerintahan.
Sistem akan memproses data dalam satu atau dua cara umum prmrosesan secara batch atau online.
1. Pemrosesan batch, TPS yang memproses data dalam batcg pada interval waktu yang tetap
2. Pemrosesan online, TPS yang memproses data setelah transaksi terjadi, sering kali secara real-time
Berbai karakteristik Utama TPS:
Data yang diproses dalam jumlah besar.
· Sumber data kebanyakan dari internal, dan hasilnya output
· TPS memproses informasi secara rutin: harian, mingguan, dua mingguan, dan seterusnya
· Dibuthkan kapasitas penyimpanan yang besar
· Kecepatan pemrosesan yang tinggi karena besarnya volume,
· TPS memonitor dan mengumpulkan data yang telah terjadi.
· Pemrosesan berdasar permintaan adalah keharusan

sumber :  http://asepaset.blogspot.com/2010/02/71-sistem-informasi-fungsional.html

Jumat, 28 September 2012

LEVEL-LEVEL DALAM MANAJEMEN - M3


1.      Level bawah
Sistem informasi di level operasi mendukung manajer operasi untuk melakukan kegitannya. Tujuan utamanya adalah untuk menjawab pertanyaan rutin untuk keperluan mengontrol arus dari transaksi yang terjadi di organisasi. Sistem informasi ini terdiri dari:
a.      Transaction Processing Systems (TPS)
Sistem ini menangkap transaksi bisnis yang terjadi, mencatat di dokumen-dokumen dasar, memasukkannya ke dalam sistem informasi, dan merekamnya ke basis data dan mengolahnya menjadi informasi-informasi pencatatan nilai.
b.      Process Control Systems (PCS).
Merupakan system fisik untuk mengendaliakna alat-alat produksi yang terdiri dari:
·         CAD (Computer Aided Design) merupakan sistem komputer yang digunakan untuk membantu proses perancangan, misalnya perancangan produk.
·         CAM (Computer Assisted Manufacturing) merupakan sistem komputer yang membantu proses produksi supaya lebih efisien dan efektif.
·         ROBOT digunakan untuk menggantikan manusia dan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi dan pekerjaan bahaya.
·         CIM (Computer Integrated Manufacturing) merupakan sitem gabungan terintegrasi antara sistem produksi fisik (CAM, robot) dengan sistem informasi produksinya.
2.  Level menengah
Sistem informasi di level menengah digunakan untuk pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen yang sifatnya setengah terstruktur. Sistem informasi ini diantaranya
a.      Sistem Pakar (SP) atau Expert Sistem (ES)
Sistem Pakar (SP) adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehinggadapat digunakan untuk konsultasi. Berguna sebagai sistem pakar yang selalu tersedia di organisasi, dapat menympan dan mengingat pengetahuan yang sangat tidak terbtas dan tidak kenal lelah.
b.      Jaringan Neural Buatan (JNB) atau Artificial Neural Network (ANN)
Jaringan Neural Buatan (JNB) merupakan jaringan neural buatan yang mencoba meniru jaringan neural manusia yang perancangannyadari jaringan neural atifisial diilhami dengan struktur dari otak manusia. Digunakan untuk memprediksi harga saham, kebangkrutan perusahaan, memprediksi kapan sahan harus dijual atau dibeli, dan memprediksi rangking dari obligasi.
c.       Sistem Penunjang Keputusan (SPK) atau Decision Support Sistem (DDS) atau GSS
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah suatu sistem informasi untuk membantu manajer level menengah untuk proses pengambilan keputusan setengah terstruktur supaya lebih efektif dengan menggunakan model-model analisis dan data yang tersedia.
d.      Sistem Informasi Geografik (SIG) atau Geographic Information Sistem (GIS)
Sistem Informasi Geografik (SIG) merupakn sistem yang menggunakan bentuk peta secara geografis.
3.      Level atas
Sistem informasi di level atas digunakan untuk perencanaan strategik dan pemecahan masalah. Sistem informasi ini adalah sistem Informasi Eksekutif (SIE) atau Executive Informasion Sistem (EIS) atau ESS  adalah sistem yang digunakan oleh manajer untuk membantu memecahkan masalah tidak terstruktur. Misalnya permasalhan tentang arah bisnis yang akan dilakukan di masa depan, posisi kompetitor dan bagaimana mengatasinya, perlu tidak ekspansi bisnis dll.


Senin, 24 September 2012

KONSEP SISTEM INFORMASI-IBM SUCCES STORY

Analisa dan Identifikasi
Madrid mengalami serangan teroris besar ketika
kereta beberapa komuter dibom. Insiden tragis ini menyoroti kebutuhan untuk lebih bisa
koordinasi antara responden pertama. polisi, pemadam kebakaran, layanan ambulans dan
mobile polisi turun tangan secara independen, karena mereka semua memiliki
sistem komunikasi yang berbeda, “kata Fernando
Garcia Ruiz, kepala inovasi dan pengembangan, Departemen
Keamanan untuk Kota Madrid. Tidak ada cara untuk mengatur secara terpadu tentang
insiden, dan kurangnya komando untuk mengkontrolnya.
Sebuah pelajaran yang bisa kita dapat  bahwa lebih dari satu insiden besar bisa terjadi
secara bersamaan, dan peralatan tanggap darurat mungkin diperlukan lebih dari satu
tempat. Insiden yang berbeda mungkin terkait, atau tidak ada hubungannya dengan
satu sama lain-tanpa gambar keseluruhan yang jelas, mungkin mustahil untuk
mengetahui apakah ada suatu kepentingan yang muncul. Ini potensi kompleksitas yang
menimbulkan tantangan besar dalam keadaan darurat. mereka tidak
hanya perlu untuk mengkoordinasikan kegiatan, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang menyeluruh
dari segala sesuatu yang terjadi di daerah metropolitan sehingga
bisa mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk memberikan respon terbaik untuk
setiap kejadian. Selain itu, langkah-langkah proaktif seperti membatasi akses
ke daerah-daerah yang terkena dampak, atau kerumunan dan mengkontrol lalu lintas untuk acara-acara publik.
Kebutuhan Karena itu, tidak hanya untuk top-down koordinasi, tetapi juga
untuk kemampuan menangkap dan mengintegrasikan informasi untuk memberikan manajer
pemahaman dan wawasan yang diperlukan untuk segera membuat
keputusan secara cepat.
Jenis MIS yang digunakan untuk mengatasi masalah :
Decision Support System (DSS)
Keuntungan yang diperoleh perusahaan :
  1. IBM menjalin kerjasama dengan pemerintah kota Madrid
  2. Pemerintah kota Madrid bisa mengkontrol warganya dengan Sistem Centro
    Seguridad  Emergencias de Madrid, atau CISEM
Informasi yang diterima tiap level :
Low management           : Merasa aman dengan teknologi CISEM.
Middle  management     : untuk lebih cepat dan efektif dalam menilai dan menanggapi insiden dan bisa langsung mengkontrol sub unit secara                  cepat serta memberikan penanganan.
Top Management            : lebih bisa mengkontrol di middle dan low management

Selasa, 18 September 2012

INTRODUCTION BUSSINESS INFORMATION SYSTEM

What Is an Information System (IS)?
  • An information system (IS) is an organized collection of people, information, business processes, and information technology (IT), designed to transform inputs into outputs, in order to achieve a goal
  • Information systems enhance knowledge, work, decision making, problem solving, communication, and coordination
 Information System Components
Definition
Input
Items entered into a system to transform them into outputs
Process
A series of one or more steps used by a business to transform inputs into outputs
Output
The end result of a process. Information is the result of the transformation (processing) of data. From an organizational perspective, the output of a process is a product or a service
Data
Raw, unorganized facts
Information
Processed/organized/transformed data that is useful to a person
Knowledge

Information plus human experience and judgment
SystemA recognizable whole that consists of a collection of interrelated parts that interact with each other to transform inputs into outputs to achieve a goal
People
People or organizations that have both an interest in and an influence on the creation, implementation, or operation of an IS
Information TechnologyThe physical components, typically hardware, software, and connectivity, that make up an IS. Technology enables processes to perform the steps they were designed to accomplish
Decision
A choice made from one or more alternatives to follow or avoid some course of action
Business Value
A positive return on the investment of resources that is created through the effective and efficient integration of an organization’s people, information, information technology, and business processes

 What is Information Technology (IT)?
Information technology (IT) is a collection of tools –
  • hardware
  • software
Connectivity
–that enable individuals or businesses to achieve their goals

 The Productivity Zone
  • Created at the intersection of people, process and technology
  • Incorporates elements of human design to accommodate how people will use the system
  • Combines all three of these elements allowing for superior productivity and a competitive advantage
 Types of IS Found in Business
ÂșThere are a number of types of IS that are widely used in creating business value:
●Transaction Processing Systems (TPS)
●Management Information Systems (MIS)
●Decision Support Systems (DSS)
●Enterprise Resource Planning (ERP) Systems
●Customer Relationship Management (CRM) Systems

 Transaction Processing Systems
  • What do they do? Capture and process transactions to make them available to the organization
  • How does this create business value? It enables a business to efficiently and accurately track the transactions that are at the heart of all business activities. Captured transaction data can then be used to support decision making
 Management Information Systems
  • What do they do? Provide timely information to decision makers through processing and reporting features
  • How does this create business value? Timely reporting can enable managers to monitor critical processes and avoid costly mistakes